?

Log in

No account? Create an account
Common Sense
Sebuah Pembagi Pikiran
Recent Entries 
6thFeb2019 12:00 am - Hari ini.
Kamu tidak akan mengetahui segalanya mengenai hari ini hanya karena kamu pernah hidup di hari kemarin. - Ji Ho.
24thJan2019 12:51 am - That song
Badai puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
18thApr2018 12:56 am - Orang yang sangat aku cinta
Mohon maaf, orang yang sangat aku cinta saat ini bukan kamu, ya bukan kamu. Bukan kamu yang sedang baca tulisan ini karena orang yang sangat aku cinta itu, saat ini dia tidak mungkin bisa membaca ini.
.
Dia bukan seorang perempuan, iya dia bukan perempuan, tapi aku rasa ini perasaan yang normal untuk tetap menjadikan dia sebagai orang yang sangat aku cintai saat ini.
.
Dia prioritas utamaku, orang yang membuat letihku hilang seketika, orang yang ingin aku bahagiakan, orang yang sering aku bujuk ketika dia menangis.
.
Aku bertemu dia pertama kali di bulan Januari, dan selalu aku bangga kepadanya apapun yang telah terjadi.
14thApr2018 10:07 pm - Bandung 2003-2018

Bandung 2003.


Saat itu aku lulus Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (jaman itu disingkat SPMB) di sebuah kampus.  Pada tahun itulah pertama kalinya aku menjejakkan kaki di kota itu, kota yang dikenal sebagai kota kembang, sebuah ibu kota di sebuah provinsi di Indonesia, kota itu bernama kota Bandung.


Rasa senang bercampur aduk, ketika mengetahui bahwa beberapa teman-teman SMP-ku melanjutkan studi mereka di Bandung dan aku adalah salah satu bagian dari mereka, sehingga setidaknya aku pikir sudah punya pertemanan di kota yang baru pertama kali aku hirup udaranya pada tahun 2003 tersebut.


Aku berangkat dengan Papa (sebutan aku terhadap orangtuaku) untuk mendaftar ulang, beliau menyetir mobilnya dan kita berangkat pagi-pagi untuk menghindari kemacetan di jalur Puncak (15 tahun lalu jalur tol Cipularang hanyalah sebuah proyek yang belum selesai), menyusuri jalur Puncak — Cianjur — Padalarang dan kemudian Bandung.


Sesampainya disana kami berkeliling kampus dan melihat-melihat bagaimana kampusku (yang ketika itu Gedungnya belum sebagus sekarang) dan kemudian menginap di sebuah mess disamping kampusku.


Kesan pertamaku soal Bandung adalah sejuk udara pada pagi hari, air yang dingin  mengigit kulit untuk memaksa badan ini bangun dan tentu saja keindahan kotanya dan kehidupan para manusia-nya yang enerjik, kreatif dan kultur sunda yang terlihat di tiap penjuru kota.


Read more...Collapse )
22ndApr2015 11:40 pm - The luckiest.
I don't get many things right the first time. In fact, I am told that a lot.

Now I know all the wrong turns, the stumbles and falls brought me here.

And where was I before the day
That I first saw their lovely face?

Now I see it everyday, and I know that I am...

I am The luckiest.

4thMar2014 01:04 pm - Life.
Halo, apa kabar LJ?
Semoga dalam keadaan baik-baik saja.

How's life?

Sudah lama rasanya tidak mengetik keyboard disini.

Hidup ternyata cepat sekali ya berlalu, apalagi jika kita bersama orang-orang yang kita sayangi.

Hidupku baik-baik saja, bahkan mungkin bisa dibilang menakjubkan. Alhamdulillah Allah SWT telah memberikan rezeki dan nikmat yang luar biasa terhadapku.

Pada, 6 April 2013, akhirnya aku melepas masa lajang, pahit-manis, suka dan duka bersama dia, berantem-baikan dan sebagainya akhirnya kita tetap disatukan oleh-Nya, orang yang ku sayangi dan tempat tujuan untuk kembali.

11529_10151569483711812_1247411440_n
Adit dan Mia

Kehidupan berumah tangga lebih menyenangkan daripada saat sepasang manusia berpacaran, bagaimana semua berubah, kehidupan bukan lagi soal lo dan gue tapi soal kita, dimana kita jalan beriringan.

Tak berapa lama setelah menikah, Mia mendapat promosi dan pindah ke cabang lain di Ciawi, sedangkan aku? ya, masih tetap di Jakarta yang dulunya menggunakan motor ke kantor sekarang menggunakan Commuter Line. Namun kita tetap bisa bertemu setiap hari, sungguh kasihan pasangan suami istri diluar sana yang jarang bertemu setiap harinya karena masalah jarak.

Sampai akhirnya tiba-tiba kabar itu datang begitu cepat, begitu senangnya kami berdua saat tahu bahwa Mia hamil, hari-hari selama 9 bulan kemudian diisi dengan aktivitas-aktivitas seperti menemani ibu hamil ngidam, syukuran, mencari perlengkapan bayi, jalan-jalan, kontrol ke RS, baca-baca soal ASI dan segala hal soal kehamilan. Hal yang sama sekali tidak berasa berjalannya.

Dan pada akhirnya buah hati kami dalam usia kehamilan 39 minggu dan proses persalinan normal , Dimas Ardhitya Putra lahir pada 11 Januari 2014. Aku terharu sekali saat mengumandangkan adzan. Alhamdulillah. Semoga Dimas dapat menjadi anak yang sholeh dan membanggakan kami berdua. Terima kasih atas titipan-Mu yang berharga ya Allah.

1528740_10152180010561812_1208486460_n
Dimas Ardhitya Putra
26thDec2012 12:24 pm - hiatus
im on hiatus, thank you.

so long...
25thDec2012 03:37 am - keras.
Hufhh keras banget.


Posted via m.livejournal.com.

24thDec2012 08:55 pm - love
I love everything about her, and I’m not a guy who says that lightly. I love her more than she ever knows.


Posted via m.livejournal.com.

24thDec2012 02:32 am - a new priority.
I must have my own car.


Posted via m.livejournal.com.

24thDec2012 02:11 am - #justsaying
Mentang-mentang punya mobil sendiri itu bukan jadi lo punya hak semena-mena buat nurunin orang dijalan kalo lagi marah. #justsaying




*buat orang-orang diluar sana yang suka ngancem nurunin pacarnya ditengah jalan mentang-mentang punya mobil*


Posted via m.livejournal.com.

23rdDec2012 12:54 am(no subject)
Vakum (lagi).


Posted via m.livejournal.com.

This page was loaded Feb 22nd 2019, 5:03 pm GMT.